MARI TEGAKAN SUNNAH DAN HEMPASKAN BID'AH !!

Senin, 11 April 2011

Senioritas Prilaku Jahiliyah Warisan Kompeni.....^_^

Untuk Saudaraku Yang Aku Cintai……..
Puji dan syukur hanya kepada Allah Subhanahu wa ta‘ala, semoga kita selalu diberikan curahan rahmat dan inayah-Nya serta kesabaran dalam menapaki jalan dakwah yang begitu panjang dan penuh dengan berbagai rintangan dan hambatan, hanya ridha-Nya yang senantiasa kita harapkan selama kita juga ridha dengan kewajiban dakwah ini, tulus ikhlas dalam menjalankannya, senang serta semangat yang berbekal ilmu dalam melaksanakan tugas-tugas yang kita emban. Amiiin.

Sholawat serta salam mudah-mudahan Allah Subhanahu wa ta‘ala limpahkan kepada Rasulullah Shalallohu ‘alaihi wa salam kepada para sahabat beliau Shalallohu ‘alaihi wa salam yang sudah membuktikan keimanan mereka berupa keteladanan yang baik bagi kita sebagai umat akhir jaman. Kita memohon kepada Allah, mudah-mudahan Allah Subhanahu wa ta‘ala memudahkan diri-diri kita untuk mengikuti jejak atau langkah generasi terbaik (Rasulullah Shalallohu ‘alaihi wa salam dan para sahabat beliau), karena beruntunglah siapapun diri yang mengikuti langkah mulia mereka (Rasulullah Shalallohu ‘alaihi wa salam dan para sahabat beliau) dan sangat rugi bagi siapapun yang menentang atau menyelisihiniya.

Ana teringat sebuah peristiwa yang terjadi pada awal ana kuliah di sebuah perguruan tinggi negeri di Bandung….(bukan promosi ya….mending masuk pesantren aja deh…^_^). Kita semua tau kan, yang namanya Maba (Mahasiswa Baru) pastinya banyak yang ngerasain bagaimana rasanya ikut acara yang disebut OSPEK.
Meskipun katanya OSPEK ini warisan dari Orde Baru tapi ternyata para “Pendobrak Orde Baru” pun masih memegang kuat “Warisan nenek moyang” yang penuh dengan “Bumbu Jahiliyah” yang didalamnya berisi “kisah pembantaian atawa penyiksaan” lahir dan juga batin terhadap Maba, bagaikan terulangnya sejarah ROMUSA, dikemas dengan judul “Pengenalan Mahasiswa Baru Terhadap Dunia Kampus”. Oke juga kan ?!.
 Kedzholiman dikemas dengan kemasan kebaikan yang seakan penuh dengan manfaat. Ya itulah gaya-gaya setan turunan iblis yang di tiru setan dari kalangan manusia jaman sekarang, sesuatu yang batil dikemas sedemikian rupa agar dinilai menjadi sesuatu yang haq. Naudzubillah

Ada sebuah “peraturan” yang tidak tertulis yang dibuat oleh para Mahasiswa senior (ga semua sih…mahasiswa yang sholeh dan sholehah ga akan setuju dengan aturan ini, bahkan ga akan ikutan Ospek..^_^ Peace), Peraturan ini tidak jauh berbeda dengan “peraturan-peraturan” yang dibuat olah raja-raja atau pemimpin diktator yang merasa seperti “tuhan”. 

Mereka merasa berhak menentukan apapun bukan hanya sekendak perut, tapi juga mungkin sekehendak kentutnya sendiri (saking jeleknya….^_^) dan dirinya merasa bebas melakukan apapun yang dia sukai, dan tidak ada seorangpun yang berhak melarang,mengatur dan menyalahkan. Dialah (para raja) hukum dan aturan itu sendiri. Dialah (para raja) kebenaran dan dialah yang menentukan seseorang itu salah atau benar. Mantep bukan ???, mirip firaun CS ^_^. …..yang ngerasa pernah kayak gini buruan tobat deh biar ga dituntut sama Maba-maba yang pernah antum dzholimi nanti di akherat sana ……astagfirullahal ‘adzhim.
Sekedar untuk mengingatkan bahwa aturan yang dibuat para mahasiswa senior ini ada 2 pasal yaitu  (kuang lebih seperti ini) :
Pasal 1
Senior tidak pernah salah
Pasal 2
Jika senior salah maka kembali ke pasal satu

Rabu, 30 Maret 2011

Ketika Ikhwan dan Akhwat Jatuh Cinta

Keadaan Hati Diantara Cinta dan Fitnah
Dari Al Faqiir Ilallah Abu Farraas
untuk saudara-saudariku semua………

Sesungguhnya segala puji hanya bagi Allah saja, kita memuji-Nya dan memohon pertolongan dan ampunan-Nya dan kita berlindung kepada Allah dari keburukan-keburukan diri-diri kita dan dari kejelekan amal-amal kita. Barang siapa telah mendapatkan petunjuk dari Allah maka tidak akan ada yang sanggup menyesatkannya dan siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak akan ada yang sanggup memberinya hidayah.
Aku bersaksi bahwa tiada Illah kecuali Allah yang Esa dan tiada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwa sesungguhnya Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya.

 “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam Keadaan beragama Islam”. (QS. Al Imran : 102)

 “Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu”. (QS. An Nissa : 1)

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan Katakanlah Perkataan yang benar, Niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. dan Barangsiapa mentaati Allah dan Rasul-Nya, Maka Sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar”. (QS. Al Ahzab : 70-71).
Amma ba’du :
Bahwa sebenar-benar perkataan adalah Kitabullah (Al Qur’an) dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shalallohu ‘alaihi Wa Sallam, dan sejelek-jelek perkara adalah yang diada-adakan, dan setiap perkara yang di ada-adakan adalah bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat dan setiap kesesatan didalam neraka.
Hal yang sangat menarik yang sering kita bicarakan salah satunya adalah menyimak ROMANTIKA CINTA DI DUNIA AKTIVIS DAKWAH.Di antara sebegitu banyak yang memiliki komitmen perjuangan yang suci dan lurus, ada juga beberapa yang suatu saat kadang tergelincir, bahkan jatuh tersungkur….Jatuh tersungkur dan tertimpa tangga karena terkena jebakan interaksi ikhwan-akhwat yang diluar batas.Hal ini bisa muncul disebabkan karena ikhwan dan akhwat memiliki amanah yang sama, sesama pengurus harian DKM, atau berada dalam satu Jurusan di kampusnya…, bisa juga dalam satu kepanitiaan ta’lim rutin mingguan, yang jelas dan sangat jelas……membuat interaksi kerja ikhwan dan akhwat menjadi lebih intens…….teratur…terjaga..insya Allah.
Intensitas hubungan kerja atau mungkin dalam da’wah itu suatu saat dapat menumbuhkan BENIH-BENIH SIMPATI ATAU BAHKAN CINTA di antara ikhwan dan akhwat.Hal ini bisa jadi fenomena yang wajar, karena cinta kepada lawan jenis itu fitrah manusia, katanya.
Tapi meski fitrah, tetap aja ada resikonya, terutama pada keikhlasan beramal, apalagi contohnya kalo ujung-ujungnya mengikuti ta’lim atau berda’wah bukan karena niat mencari ilmu atau mengharap wajah Allah, akan tetapi mereka ikut ta’lim atau ikut dalam kegiatan da’wah semata-mata karena ada sang ikhwan yang menawan atau akhwat pujaan yang cantik, anggun, elok nan ayu yang ikut serta dalam kegiatan ta’lim atau kegiatan da’wah tersebut, sehingga munculah ada bibit riya’ dan ujub bisa menghanguskan pahala yang seharusnya didapat, bahkan bukan saja pahala yang hangus….tapi malah dosa yang bertumpuk-tumpuk.
Namun yaa ikhwan fillah jika ternyata kita tidak dapat mencegah adanya perasaan seperti itu, yang seharusnya kita lakukan adalah berusaha menjaga keikhlasan, dan tetap SIMPATI (SIMPan dalam hATI), sampai waktunya Allah Subhanahu wa ta’ala memberikan kemampuan kepada kita untuk mewujudkan perasaan itu dengan cara yang suci yang telah di atur dalam syari’at Islam yang mulia ini.
Akan tetapi apabila perasaan itu telah mewujud pada realisasi amal, baik lisan maupun perbuatan, maka tak ayal akan terjadi juga GOMBALISASI di sini.
Contoh kasus atau lebih tepatnya mungkin sebuah fakta yang terlalu sering terjadi di dalam romantika da’wah …(sering terjadi…????...duh gaswat….) :
Sering seseorang ingin mengekspresikan atau menyampaikan perasaannya yang sedang MEMBUNCAH KARENA CINTA ALIAS sedang MABUK KEPAYANG.
Bagi aktivis dakwah, hal seperti ini MESTINYA ALIAS SEHARUSNYA disimpan rapat-rapat dalam lubuk hatinya seperti halnya aib yang takut terlihat oleh orang lain dan seharusnya hal ini menjadi rahasia yang terdalam, RAHASIA YANG HANYA DIRINYA DENGAN ALLAH SUBHANAHU WA TA’ALA SAJA YANG TAHU, agar perasaan yang ada tidak menjerumuskan kedalam riya, atau lebih buruknya lagi beramal bukan karena Allah Subhanahu wa ta’ala, seperti kasus tadi ta’lim karena mengikuti orang yang kita suka karena rasa kagum yang  berlebihan kepada seorang akhwat atau kepada seorang ikhwan. Naudzubillah.

Bahkan diantara ulama ada yang mengatakan bahwa hal ini adalah termasuk Syirik Akbar, karena beramal bukan karena Allah Subhanahu wa ta’ala akan tetapi karena manusia. Naudzubillahimidzalik.
Ikwah fillah pada awalnya mungkin ada ikhwan dan akhwat yang berfikiran jangan sampai si “dia” memergoki adanya perasaan cintanya itu.Malu dong atau Gengsi dong!!, atau dalam hatinya bergumam  aku ini seorang akhwat lho….jilbaber gitu lho…...atau aku ini  seorang ikhwan lho….sang pengemban da’wah Islam….!!.
Namun suatu saat pertahanan benteng itu bisa jebol dan amburadul manakala perasaan itu makin menjadi-jadi pada saat keimanan dalam kondisi menurun atau futur, apalagi ditambah setiap saat yang ada dalam fikiran dan hatinya adalah hanya memikirkan akhwat atau ikhwan pujaannya,……….Ya Allah tolonglah hamba-Mu ini…………...
Maka karena “PERASAAN LIAR” seperti itu, PERASAAN YANG MAMPU MEROBOHKAN KEHORMATAN DAN MERUNTUHKAN RASA MALU. kemudian lahirlah sebentuk perhatian yang awalnya mungkin kecil pada si “dia”, baik berupa nasehat harian, mingguan atau bulanan….., atau tausiyah yang berjubel dalil Al Qur’an dan Hadits Shohih didalamnya, atau mungkin juga bisa berupa pujian kepada sang akhwat…atau kepada sang ikhwan yang semangat ta’limnya…atau semangat dalam da’wahnya…….., atau bisa juga berupa menanyakan sesuatu yang bersifat pribadi.... (ayo siapa yang sering begitu ?????!!), atau bisa juga hanya sekadar menanyakan kabar….(kayak wartawan pake Tanya-tanya kabar…..).
Entah itu disampaikan lewat SMS, telepon, saat chatting, via e-mail, lewat Facebook, Twitter…..… bisa juga dalam rapat koordinasi, atau dalam sebuah kajian Islam lewat Facebook.Nau’dzubillah……ini fitnah ya akhi yaa ukhti !!.
Dari pengamatan, yang paling banyak terjadi adalah adanya GOMBALISME VIA SMS, kita sebut saja sebagai SMS gombal (tentu saja SMS ini sangat rapiiiiiiiiiiiii tersembunyi………hanya 3 pihak yang tahu….yaitu Sang Ikhwan…dan Sang Akhwat tercinta……….. serta Dzat yang tidak ada hal apapun yang luput dari pengetahuan-Nya yaitu Allah Shubhanahu wata’ala.....Ayo kita simak contoh SMS-SMS ini….
SMS Sang Ikhwan :“Aslm. Apa kbr? Ukhti, ana sungguh kagum dgn semangat anti.Amanah anti di mana-mana namun semuanya bisa tetap tawazun.Anti benar-benar mujahidah tangguh.Tetep semangat ya Ukhti!”(sambil SMS…..Muncul 2 tanduk di kepala Sang Ikhwan…dan tumbuh ekor di belakang… Grrrrr….)
SMS Sang Ikhwan :“Salut sama Ukhti! Anti sungguh militan.Hujan deras seperti itu datang rapat dgn jalan kaki.Jaga kesehatan ya. Ana nggak rela klo Anti sampai jatuh sakit…”…(Brrrrrr……hati bergetar dan tumbuh benih-benih syahwat……yang terkontaminasi Virus Merah Jambu…..)
Balesan SMS dari Sang Akhwat: “Aww. Apa kabar? Akhi, sedang ngapain nih? Sudah makan belum? Jangan sampai lupa makan ya..”( Aw aw aw……hati-hati….hidung dan hati Ikhwan bisa kembang kempis kalo dapet SMS gini……)
SMS Sang Ikhwan :“Www. Alhamdulillaah, menjadi jauh lebih baik setelah Anti SMS ^_^………. Ane sedang memikirkan seorang bidadari dunia yang begitu anggun mempesona. Hmm… ane belum makan, tapi dah gak terasa lapar klo ingat sama Anti…”(Halah  !!!!…Aslinya gombal benget semua tuh……Alay !!!)
Ada contoh SMS yang lebih parah nih … kayak gini:
SMS Sang Ikhwan :“Aww. Wah .. Anti makin terlihat anggun dengan jilbab biru tadi…” (…..duh pengen muntah……………whueeeks...).
Atau  SMS dari sang Ikhwan:“Assalaamu ‘alaikum. Apa kbr? Lama nggak kontak ya. Ane kangen ma suara Anti…”(……….hmmm……………………..duh ALAY banget sih akhi……..).
SMS dari Sang Ikhwan:“ … Ane janji akan menikahi Anti setelah lulus nanti ….” (…nah ini dia JURUS JITU Sang Ikhwan….!!!..hati-hati deh ..!! ukhti bisa jadi korban selanjutnya….)
Oh .. NOOOOOOOOOOOO!!, ternyata Virus Merah Jambu (VMJ) telah merasuki kedua insan yang sebenarnya belum halal melakukan hal seperti itu. Kita memohon ampun kepada AllahSubhanahu wa ta’ala jika kita pernah melakukan hal seperti ini. Astagfirullahal ‘Azhim.
Mungkin lebih banyak lagi SMS-SMS aneh lainnya yang belum terdeteksi (SMS contoh tadi jangan ditiru ya ….).
Hmm..bagaimana reaksi si penerima SMS (“sang mujahidah”?)Ya bervariasi, ada yang cuek saja (ini sikap yang terbaik), ada yang merasa risih (ini lebih baik), ada yang membalas biasa (agak bahaya), ada yang bertanya-tanya bin penasaran (ini lebih bahaya), ada juga yang suka dan berbunga-bunga, ada yang kemudian menaruh harapan (sikap seperti ini hatinya harus di Scan oleh anti Virus Merah Jambu).

Kita simak kisah berikutnya, mungkin pernah terjadi atau sedang terjadi di dalam kehidupan antum……(coba angkat tangan yg sedang mengalami…..!!).
Pada dini hari sekitar pukul dua pagi, suara berisik nada SMS membangunkan seorang akhwat dari perjalanan tidurnya. SMS dari siapa nih malam-malam gini, pikir sang akhwat. Serta merta si akhwat pun buka SMS-nya, hah…?!!!dari seorang ikhwan, bunyinya:
”Wahai Ukhty, segera terjagalah dari mimpi indahmu, bangunlah dari peraduanmu, basuhlah wajah dan anggota tubuhmu agar bersinar di hari kemudian, bersujud dan bersimpuhlah kepada Allah, agungkanlah Asma-Nya.Niscaya Allah akan meridhoi langkah kita dan mengabulkan cita dan harapan kita.” (mohon sms ini jangandi contoh ya….-pen).
Sang akhwat tertegun, ngapain malam-malam begini si ikhwan itu ngirim SMS, kurang kerjaan aja. Dasar, sok perhatian nih ikwhan..!!! (ini sih reaksi awal sang akhwat…..selanjutnya ???).

Namun tanpa sadar jari-jari lentik Akhwat itu mengetik balasan:
“Jazakallah khairan, Akh. Jangan kapok tuk sering ngingetin ane ya…”(Nah lo!!!!! Gaswat !!! Plak..!! Plak !!Plak !!Dzigg !!!Gubrakk !!!).
Duuuh……..coba deh kita fikirkan dan kita rasa-rasakan, apa SMS-SMS SEMACAM ITU TIDAK BERESIKO?!! Memang sepertinya bagus sih, membangunkan untuk Sholat Tahajud … tapi efek sampingnya bisa menimbulkan penyakit-penyakit hati.Bikin merajalela VMJ (Virus Merah Jambu). Waah..kalau virus yang satu ini menyebar, bisa repot. Sulit nyari vaksin atau anti virusnya….kecuali Scan Virus Merk SUM (Siap Untuk Menikah)…..
Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah, Makanya… ingat, penyebab awal perlu dicegah, yakni adanya GOMBALISASI BERMODAL NAFSU DAN PENYAKIT HATI.
Kalau si gombal dah nyebar pesona atau perhatian lewat SMS, maka sedikit banyak korban bisa berjatuhan. Baik ‘lecet-lecet’ ringan maupun ‘luka’ berat seperti hilang rasa malu…..atau bahkan hilang akal dan hilang keikhlasan dalam beramal….bisa jatuh Syirik Akbar karena bermamal untuk mencari “ridho” si “dia”….Na’udzubillah…CAMKAN HAL INI YAA IKHWAH FILLAH !!!
Bahkan nanti gak hanya berdampak pada hati, tapi juga fisik. Lha bagaimana tidak, bayangin aja … kalau jadi gak enak makan karena bergelayut mikirin Ikhwan atau Akhwat yang disukai, jadigak nyaman tidur karena terus terbayang wajah tampan Sang Ikhwanyang terkesan Sholeh dan suka bercanda tapi tetap menjaga……..(Alah..alah…apa iya ikhwannya kayak gitu ??!! atau jangan-jangan ukhti  sudah kebelet sama sang ikhwan….kok bisa sampe buta hati kayak gitu…..weleh..weleh…weleh…. ???).
Atau Sang Ikhwan TERBAYANG SELALU sikap ayu Sang Akhwat yang sebenernya lagi tebar pesona…na’udzubillah. Tiap saat, seperti mau makan .. ingat dia, mau tidur … ingat dia, mau ngapain aja ingat dia, apa gak lama-kelamaan bisa kurus tuh body ????.Trus …biasanya siapa yang sering jadi korbannya? Siapa lagi kalau bukan kaum wanita/Akhwat….kasian....kasian..…kasian !!!.
Bahkan ga jarang si Ikhwan sampai sering bicara sendiri sama cermin di kamarnya…..berkhayal seakan-akan sedang bicara sama Akhwat pujaannya……Nah Lho..!!!. (wahh……inimah pengalaman pribadi kayaknya …he he he??)

Hey para Ikhwan !!!....Mestinya antum paham dong gimana fitrah perasaan kaum hawa (Akhwat).
Ikhwan fillah mereka (Akhwat) seneng dan suka bila diberi perhatian … mereka (Akhwat)  bisa berbunga-bunga hatinya…. mereka (Akhwat)  sangat….sangat mudah tersentuh hatinya………mereka sangat lemah……..mereka seperti kaca yang mudah pecah……..jadi jagalah mereka dari kezholiman kita yaa akhi…
Apalagi Akhwat yang agresif…duh tolong deh UKH JAGA IFFAHNYA…..kasian sama diri sendiri, jangan mudah jatuh hati sama Ikhwan yang RAJIN MENEBAR DALIL LEWAT SMS malem-malem, atau bahkan lebih bahaya lagi MENEBAR SYUBHAT !!!. tapi sebenernya niatnya sang Ikhwan hanya untuk memikat Ukhti-ukhti calon korban yang rapuh hati dan imannya. Apalagi Ikhwan yang masih bujangan yang biasanya “Rajin dan bersemangat“ melakukan hal ini…..(Ga semua kok…..yang udah nikah aja ada….biar adil..!!). , biasanya ujung-ujungnya biar Ikhwan tersebut terkesan Faqih, Sholeh dan Merasa Pantas Menjadi Sang Suami…padahal masih belum mampu…………sangat jauh dari mampu untuk menikah, biasanya modalnya TEBAR PESONA……aduhai ukhti jagalah dirimu yang sangat mahal itu!!.
Dan ketahuilah tipe cinta Akhwat.(kebanyakan) adalah jatuh cinta sekali yang dibawa sampai mati (catat hal ini wahai para Ikhwan !!),  bukan seperti kebanyakan Ikhwan yang mudah  jatuh cinta…meski istri sudah dua…nah lho…!! (tapi kalo mampu Ta’adud lagi…niat dan ilmu + modal harta sudah  oke…why not….lanjutkan akh perjuanganmu… didukung 1000 %), daripada Ikhwan yg masih bujangan..belum siap nikah tapi udah sebar ta’aruf dan sebar khitbah………walah…walah..walah…..!!!. istighfar akhi !!! yang sering ya..!!.

Rabu, 16 Maret 2011

Karena Khilafah Gadaikan Aqidah ??? itulah Hizbut Tahrir

Hizbut Tahrir mengatakan bahwa aqidah Islam yang ada pada Hizbut Tahrir adalah bersadarkan pada akal dan siyasi (Al Iman halaman 68 dan Hizbut tahrir halaman 6). Maka akal orang-orang ini adalah dasar dari agama. Mereka berkata "kami mengetahui Allah berdasarkan akal kami". Tapi bertentangan dengan pernyataan ini, adalah pernyataannya Umar Bakri, bahwa salah satu sebab perpecahan di kalangan muslimin adalah ketika sebagian kaum muslimin menggunakan akal dalam membahas permasalahan aqidah (Tafsir surat Al Ma'idah 5/29).

Mereka menjelaskan bahwa khilafah tidak akan tegak dengan berdasarkan pada akhlaqul karimah, tetapi berdirinya khilafah adalah dengan pengoreksian terhadap doktrin aqidah dan manhaj yang dibawa atau dipraktekkan dalam Islam (At Taqatul Hizbi halaman 1).

Dan dikatakan oleh mereka bahwa dakwah pada akhlaqul karimah tidaklah akan membuat masyarakat menjadi benar dan tidak akan membuat tegaknya khilafah, tapi masyarakat itu akan tegak dikarenakan adanya koreksi pada doktrin aqidah dan tidaklah dengan menyerukan pada akhlaqul karimah (Manhaj Hizbut Tahrir fit Taghyir halaman 26-27).

Maka kita katakan "Masyarakat itu akan tegak dengan keduanya (aqidah dan akhlaqul karimah), dan Islam menyerukan pada keduanya".

Taqiyuddin mengingkari adanya ikatan emosi pada jiwa manusia, tidak ada ikatan bathin. Dia katakan tidak ada ikatan emosi pada jiwa manusia dalam ajaran Islam. Karena pendapatnya inilah, kami melihat Hizbut Tahrir tidak mempunyai kelemah-lembutan dan akhlaqul karimah dalam menghadapi umat.

Dia berkata dalam Nizhamul Islam halaman 61 dan Al Fikrul Islami Al Mu'asyir halaman 202 bahwa mereka-mereka (para ulama Ahlus Sunnah) yang mengatakan bahwa wanita itu semuanya aurat, maka hal ini adalah bukti dari keruntuhan, perusakan akhlaq, padahal sudah pasti bahwa laki-laki dan perempua itu akan bertemu bersama-sama ketika melakukan transaksi jual-beli.

Lalu dia katakan dalam An Nizham halaman 10 dan 12, bahwa berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram itu tidak akan merusak akhlaq. Dia mengatakan bahwa bila wanita itu berhijab maka hal itu adalah keruntuhan dan perusakan akhlaq, tapi dia berkata bahwa berjabat tangan dengan wanita bukan mahram itu tidak merusak akhlaq.

Oh Hizbut Tahrir...........mengapa kalian ??!!!!


Penulis: Syaikh ‘Abdurrahman Ad Dimasyqiyyah




Padahal Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”kebanyakan dari umatku yang mati berdasarkan pada Kitabullah dan Al Qadha wal Qadar dai Allah adalah karenanya al anfus (dicabutnya nyawa)” (HR. Al Haitsami dalam Majma’uz Zawa’id 5/6, Ibnu Hajar menshahihkannya dalam Fathul Bari 10/167)
Hizbut Tahrir mengatakan bahwa aqidah Islam yang ada pada Hizbut Tahrir adalah bersadarkan pada akal dan siyasi (Al Iman halaman 68 dan Hizbut tahrir halaman 6). Maka akal orang-orang ini adalah dasar dari agama. Mereka berkata “kami mengetahui Allah berdasarkan akal kami”. Tapi bertentangan dengan pernyataan ini, adalah pernyataannya Umar Bakri, bahwa salah satu sebab perpecahan di kalangan muslimin adalah ketika sebagian kaum muslimin menggunakan akal dalam membahas permasalahan aqidah (Tafsir surat Al Ma’idah 5/29).
Mereka menjelaskan bahwa khilafah tidak akan tegak dengan berdasarkan pada akhlaqul karimah, tetapi berdirinya khilafah adalah dengan pengoreksian terhadap doktrin aqidah dan manhaj yang dibawa atau dipraktekkan dalam Islam (At Taqatul Hizbi halaman 1).


Hizbut Tahrir Meragukan Aqidah Ajaran Rasulullah Shalallohu 'Alaihi wa Salam !!



Sesungguhnya sebagian aqidah ummat Islam diambil dari hadits ahad yang shohih, aqidah tersebut antara lain :

- Keyakinan adanya pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir didalam kubur.
- Keyakinan bahwa para pelaku dosa besar yang bertauhid tidak kekal di dalam neraka.
- Keyakinan akan turunnya Isa di akhir zaman.
- Keyakinan akan fitnah Dajjal di akhir zaman.
- Keyakinan atas syafa’at Nabi yang terbesar di padang Mahsyar.
- Keyakinan atas syafa’at Nabi untuk para pelaku dosa besar dari ummatnya.
- Keyakinan terhadap 10 orang shahabat yang dijamin masuk surga.
- Keyakinan akan masuknya tujuh puluh ribu dari Ummat Islam ke Surga tanpa Hisab.
- Dan lain-lain.

Selain itu pada mushaf al Qur’an (mushaf utsmani) sebetulnya ada juga ayat yang AHAD periwayatannya yaitu QS at Taubah ayat terakhir. Sebagaimana Imam Bukhari menulis dalam shahihnya sebuah riwayat yang panjang dari Zaid bin Tsabit yang diminta abu bakar mengumpulkan al qur’an dst Zaid bin Tsabit berkata : “…. HINGGA AKU DAPATI AKHIR SURAT AT TAUBAH PADA ABU KHUZAIMAH AL ANSHARI DAN AKU TIDAK MENDAPATKAN ITU DARI SHAHABAT YANG LAIN, YAITU AYAT LAQAD JA’AKUM RASULUN …dst”. (lihat al itqann fil ulumil qur’an bab tertib alqur’an dan penghimpunannya)

Sebagian besar aqidah yang disebutkan diatas (seperti Keyakinan adanya pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir didalam kubur dan seterusnya), terdapat dalam hadits ahad yang shohih dan semua aqidah yang terdapat dalam hadits ahad yang shohih adalah mutawatir ma’nawiy. Memang aqidah diatas tidak tersurat dalam rukun iman yang enam, namun kesemuanya masuk kedalam butir rukun iman terhadap Rasulullah shallallahu alaihi wa ala alihi wa salam, karena semua keyakinan diatas adalah diajarkan dan diyakini oleh Rasulullah.

Misalnya keyakinan kita adanya alam barzakh, ini juga tidak tersurat pada rukun iman yang enam, begitu pula keyakinan adanya surga dan neraka juga tidak tersurat dalam rukun iman yang enam, namun termasuk dalam butir rukun iman terhadap hari akhir.

Maka barangsiapa menolak mengimani aqidah- aqidah diatas jelas telah merusak pondasi keimanan yang terdapat dalam rukun iman.

Selama ini banyak sekali kalangan yang menolak mengimani aqidah- aqidah diatas dengan berbagai alasan yang canggih.

Berawal dari sosok Ibrahim bin Ismail bin Ulayyah (193 H) manusia di zaman tabi’in yang pertama kali mengajarkan pada pengikutnya untuk menolak seluruh hadits ahad sebagai sumber hukum Islam, sehingga ia menuai kecaman keras dari Imam Asy Syafi’ie, bahkan Imam Asy Syafi’ie sampai berkata tentang Ibrahim bin Ulayyah : “Dia orang yang sesat. Duduk dipintu As-Suwal untuk menyesatkan manusia”. (Lihat Lisaanul Mizan Ibnu Hajar I/34 (64) dan Lihat juga Mausu’ah Ahlis Sunnah I/513).

Saat ini beberapa kelompok cendekiawan muslim juga menyatakan penolakannya terhadap hadits ahad meskipun sedikit berbeda dengan Ibnu Ulayyah yang menolak total kandungan hadits ahad, mereka para cendekiawan muslim saat ini hanya menolak sebatas pada kandungan aqidahnya saja.

Hizbut Tahrir sebagai kelompok yang memiliki cita- cita mulia menegakkan syari’at Islam amat disayangkan ternyata menyimpan dan menyebarluaskan penyimpangan aqidah yaitu meragukan keyakinan yang terdapat dalam hadits ahad meskipun hadits tersebut shohih.

Hadits Ahad Lagi...........

Mengharamkan khabar ahad untuk menjadi hujjah tanpa diperkuat dengan dalil dari Kitab Allah dan Sunnah Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam, berarti telah menetapkan hukum tidak sesuai dengan apa yang diturunkan Allah Subhanahu wa Ta'ala. Kami meminta kepada mereka yang menuntut ditegakkan syari’at Allah, hendaknya mereka terlebih dahulu menegakkannya pada diri mereka.

Seharusnya, ketika mereka menyaksikan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah pernah mengirimkan satu orang sahabat untuk membawa misi da’wah tentang aqidah ke penduduk Yaman, seharusnya mereka mau tunduk dan menerima kenyataan ini, serta mengatakan “sami’naa wa ‘atha’naa” (kami mendengar dan kami akan mengikutinya), bukannya mengatakan “sami’naa wa asha-inaa wa jaadalnaa wa ta’ashshobnaa” (kami mendengar, tapi kami tidak akan mengikutinya, bahkan kami akan mendebatnya dan fanatik).

Sekiranya khabar ahad tidak bisa dijadikan hujjah, tentunya Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam tidak hanya akan mengirim satu orang. Dan tentunya orang-orang di Yaman pun akan mengatakan kepada Mu’adz “kau datang sekarang ini sebagai khabar ahad, dan kami tidak akan dapat menerima ajaran-ajaran tentang aqidah darimu. Kembalilah engkau kepada Nabimu. Katakana kepadanya, hendaknya Beliau mengirimkan kepada kami serombongan dari sahabat yang jumlahnya sampai pada tingkat mutawatir, agar mereka dapat mengajarkan kepada kami masalah-masalah aqidah”.

Begitu pula dengan surat-surat para khalifah sesudah Beliau dan para gubernur mereka. Sementara itu, telah menjadi ketetapan umat Islam, bahwa Khalifah yang mereka angkat hanya satu orang.

Al Hafizh Ibnu Hajar mengatakan : “Sebagaian para imam menggunakan ayat Allah Subhanahu wa Ta'ala yang berbunyi :


يَا أَيُّهَا الرَّسُولُ بَلِّغْ مَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ مِنْ رَبِّكَ وَإِنْ لَمْ تَفْعَلْ فَمَا بَلَّغْتَ رِسَالَتَهُ

"Wahai Rasul, sampaikanlah apa yang diturunkan kepadamu dari Rabb-mu, jika engkau tidak lakukan hal tersebut, maka sesungguhnya engkau tidak menyampaikan risalahNya. [Al Maidah:67], sebagai dalil bisa diterimanya khabar ahad.

Di ayat ini, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam diperintahkan untuk menyampaikan risalah Allah Subhanahu wa Ta'ala. Sementara itu, Beliau adalah Rasul (utusan) untuk seluruh manusia. Oleh karenanya, Beliau harus menyampaikan risalah ini kepada semua manusia. Jika khabar ahad tidak dapat diterima, tentunya syari’at Islam ini tidak akan bisa disampaikan kepada seluruh manusia. Karena, tidak mungkin Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam akan mampu berdialog langsung dengan seluruh manusia. Begitu juga Beliau tidak akan bisa untuk mengirimkan sejumlah orang yang mutawatir. Ini adalah hujjah yang bisa diterima”.[1]

Diantara dalil yang membatalkan ungkapan di atas, yaitu Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengirim satu orang sahabat untuk mendatangi Raja Hiraklius. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan dalam surat yang ditujukan kepadanya “Bila engkau menolak, maka sungguh engkau akan menanggung dosa orang-orang Arisiyyin” Artinya, jika engkau menolak dan tidak menerima yang telah aku kabarkan kepadamu, maka engkau akan menanggung dosa seluruh rakyatmu.

Sekiranya Raja Hiraklius itu termasuk orang Hizbut Tahrir, tentu dia akan menolak utusan Nabi n tersebut dan memintanya untuk kembali lagi dengan membawa rombongan yang jumlahnya sampai pada tingkat mutawatir, sehingga risalah dan kabar yang mereka bawa dapat diterima.

ULAMA TELAH IJMA’ BAHWA KHABAR AHAD SEBAGAI HUJJAH
AllahSubhanahu wa Ta'alal telah menjadikan Ijma’ kaum muslimin sebagai hujjah. FirmanNya :

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيراً

"Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalannya orang-orang mu’min, Kami biarkan dia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasai itu, dan Kami masukkan dia ke dalam Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali". [An Nisaa’ : 155].

Al ‘Adlu (keadilan) Allah Versi Mu’tazilah. Sangat Sama dengan Aqidah Hizbut tahrir


Keadilan versi mereka adalah menolak takdir karena menetapkannya berarti Allah mendzalimi hamba-Nya. Imam Ibnu Abil Izz Al Hanafy berkata: “Mengenai al ‘adl mereka menutupi dibaliknya pengingkaran taqdir. Mereka mengatakan Allah tidak menciptakan keburukan dan tidak menghukum dengan adanya perbuatan jahat, karena jika Allah menciptakan kejahatan kemudian menyiksa mereka atas kejahatan mereka, itu artinya Allah dzalim, padahal Allah adil dan tidak dzalim. Sebagai konsekuensinya, mereka menyatakan dalam (kekuasaan) kerajaan Allah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan Allah. Allah menginginkan sesuatu tetapi hal itu tidak terjadi. Juga (konsekuensinya) mensifati Allah itu lemah, Maha Tinggi (Suci) Allah dari hal itu[12] Sebab kesesatan mereka ini adalah ketidak mampuan mereka membedakan antara iradah kauniyah dengan iradah syar’iyah.[lihat : Al Mausu’ah Al Muyassarah 1/73]
Sering terlontar dari syabab-syabab Hizbut Tahrir yang  masih sangat muda dan bersemangat tanpa berbekal ilmu mengatakan kepada setiap orang “ bahwa orang yang mabuk, berzina, membunuh tidak akan di ampuni dosa mereka oleh Allah, meskipun mereka bertaubat. Kenapa ???? karena mereka belum dihukum hudud, belum di cambuk, belum dipotong tangannya, belum dirajam. Makanya dosa mereka tidak di ampuni”.  Kemudian syabab-syabab muda ini pun berkata “ tapi bagaimana bisa mereka di cambuk klo tidak ada hukum islam, dan bagaimana hukum islam bisa tegak klo ga ada KHILAFAH. Makanya yuk tegakan khilafah……bersama kami , dengan gabung bersama Hizbut tahrir….”.